| Lebih Baik Keluar dari Jama’ah [15/Nov/08 - 06:47] |
|
| |
Al-Futuwah.org - "Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ?" sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu. Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. "Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobbi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat. Selengkapnya >> |
| Seminar Info : Farmasi Islam HPA Internasional [05/Nov/08 - 06:48] |
|
| |
Al-Futuwah.org - |
| Barisan Dakwah Harus Solid [31/Oct/08 - 19:26] |
|
| |
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ (الصف4) “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff:4) Dalam Al Qur’an ada satu surah namanya Ash Shaf artinya barisan yang kokoh. Dalam shalat berjamaah disyaratkan barisan shaf harus lurus. Karena ketidak lurusan shaf akan menyebabkan hati bercerai-berai. Dalam ayat di atas kita temukan kata shaffa yang artinya barisan pasukan umat Islam harus lurus dan kokoh, ka’annahum bunyaanun marshush (mereka seperti bangunan yang kuat, tidak tergoyahkan). Amal Yang Paling Dicintai Allah Imam Al Qurthuby meriwayatkan bahwa ayat di atas turun ketika para sahabat bertanya: law na’lam ayyul a’maali ahabbu ilallahhi la’amilnaahu (seandainya kami tahu amal yang paling Allah cintai niscaya kami akan melakukannya) lalu turunlah ayat di atas. Selengkapnya >> |
| Hidup adalah perbuatan [08/Oct/08 - 08:01] |
|
| |
Al-Futuwah.org - “Hidup adalah perbuatan” sepenggal kalimat ini mengingatkan kita tentang sebuah iklan partai politik di media elektronik baru-baru ini. Dengan bahasanya sang pemimimpin menjellaskan tentang arti dari kehidupan itu sendiri. Namun jika kita cermati kembali maka akan ada dua makna yang terdapat dalam kalimat tersebut, perbuatan baik ataukah perbuatan yang buruk?. Allah SWT memberikan kita dua jalan atau pilihan seperti yang terdapat dalam Q.S. Asy-Syam : 8 ” Fa Alhamaha fujuroha wa taqwaha.” (diberikan jalan kepadamu jalan ke fujuran dan ketaqwaan) dalam hal ini adanya kebebasan kita memilih jalan hidup didunia dan apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasannya diakhirat Amal ibadah yang dilakukan setidaknya dapat dilakukan seperti bagan yang terdapat dibawah ini : Selengkapnya >> |
| Sekelumit Gundah di Perempatan Pramuka [03/Oct/08 - 07:54] |
|
| |
Al-Futuwah.org - "Yah rese deh... kena lampu merah lagi...!" Benar juga. Belum dua menit yang lalu kena lampu merah, kini aku lagi-lagi harus menginjak rem motor dalam-dalam untuk menyambut si bohlam bulat merah di depan. Desah kesal bercampur "gerundel" kecil menghiasi telingaku saat ini. Apalagi saat kulihat beberapa motor dengan enaknya melanjutkan perjalanan, mentang-mentang tak ada polisi berjaga di sana. Maju.... enggak ah.. maju... ah enggak jadi ah.... ah maju aahh.... eh kendaraan dari sisi kanan sudah melaju... Telat !!! Aihh... masa mesti melabas lampu merah lagi.... hehe... Sambil melihat-lihat ulah anak-anak kecil penjaja suara menunggu receh diulurkan dari para pengendara 2 buah mobil didepanku, pandanganku tertumbuk pada sesosok bapak yang menjajakan sebuah gambar berukuran sedang dan sebuah hiasan meja. Oh! Gambar berpigura yang diapit tangan kanan itu ternyata gambar Yesus, dan hiasan meja yang digenggam oleh tangan kiri adalah salib. Ah.. biasa saja. Mau jual apapun, itu hak siapa saja. Aku tak ambil pusing. Rasa kagetku muncul saat melihat hiasan kepala yang digunakan si bapak penjaja itu.... Dia memakai peci haji!! Loh... kok... gimana sih... apa maksudnya? Aha... si bapak kini mendekati aku... Kesempatan berburu informasi nih! Kubuka helm yang sedari tadi melindungi kepalaku dengan setia, dan memegangnya dengan tangan kiri. Tangan kanan kini sibuk menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tak begitu gatal. Aku penasaran betul, ingin berbicara walaupun sedikit dengan bapak itu. "Malem Pak.... wah... malam-malam begini, masih jualan juga Pak? Belum pulang?" tanyaku sambil tak lupa mengulum senyum manis ... *ehem* ;) "Oh, hehe... belum mba’....", jawab si bapak tak kalah ramah. Usianya belum terlalu tua, walau tak bisa dibilang muda juga. "Biasanya bapak pulang jam 11-an". Kulongok jam tanganku, oh... sekarang baru jam 10 malam. Selengkapnya >> |
|