Mutiara Kata
Allah telah memberikan kesempatan kita hidup, dengan kata lain kita telah diberikan sebentang waktu untuk merasakan segala kenikmatan hidup. Namun sering kita menyia-nyiakan waktu yang telah di anugrahkan oleh Allah kepada kita. Tidakkah kita takut saat Allah meminta pertanggung jawaban kepada kita? Janganlah lalai untuk mengingat kematian, karena kematian tidak pernah lalai menyongsong kita, karena waktu tidak pernah lalai bergerak dan tidak pernah kembali. Kematian adalah batas waktu yang kita miliki di dunia ini. Penyesalan akan percuma karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Kader adalah rahasia kehidupan dan kebangkitan. Sejarah umat adalah sejarah para kader militan yang memiliki kekuatan jiwa dan kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat ksatria (Al-Futuwah)... -Risalah Hal Nahnu Qaumun Amaliyun- "... Dan sembahan-sembahan yang kamu seru, selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka mengingkari kemusyrikanmu, dan tiada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui." (Fathir: 13-14) Waktu adalah barang paling berharga untuk kau jaga. Menurutku, ia adalah barang yang mudah hilang darimu. "Patutkah mereka berbuat syirik (dengan menyembah selain Allah) yang tak dapat menciptakan apa-apa? Padahal selain Allah itu adalah ciptaan(Nya). Dan sembahan-sembahan selain Allah itu tidak mampu memberi pertolongan kepada orang-orang musyrik, dan kepada dirinya sendiri pun sembahan-sembahan itu tidak dapat memberi pertolongan." (Al-A'raf: 191-192) "Sesungguhnya amal-amal itu terkait dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu mendapatkan keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka akan mendapatkannya, atau karena wanita maka ia akan menikahinnya. Maka hijrah itu sesuai dengan niatnya" (Muttafaqun ‘alaihi). "Barangsiapa melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman" (HR Muslim).

Artikelmu

Mujahidah

fakhrini

Kisah Muslimah Pemberani

Ummu Ri'lah Al-Qusyairiyah

Ummu Ri'lah merupakan tipe Muslimah yang bisa diteladani kaumnya.

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang Muslimah yang pemberani. Ia juga dikenal sebagai seorang Muslimah yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW. Wanita mulia yang dikenal dengan sebutan  Ummu Ri'lah al-Qusyairiyah itu juga turut memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar memiliki peran yang sama dengan kaum Adam dalam beribadah dan meraih kemuliaan di hadapan Allah SWT.

Kisah Ummu Ri'lah tercatat dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh al-Mustaghfiri dan Abu Musa melalui jalan (sanad) yang berbeda satu sama lain, namun bertemu pada sanad terakhirnya, Abdullah bin Abas. Hadis itu mengisahkan seorang wanita yang sangat diplomatis, yakni Ummu Ri'lah.

Suatu hari, Ummu Ri'lah datang menghadap Nabi Muhammad SAW, lalu berkata, ''Assalamu'alaikum wahai Rasulullah. Kami para wanita , selalu tertutup di balik tirai rumah, tempat sarung-sarung suami, mendidik anak-anak, sementara kami tak memiliki tempat bersama para tentara.''

Ummu Ri'lah kemudian melanjutkan perkataannya, ''Maka ajarilah kami sesuatu yang dengannya kami bisa mendekatkan diri kepada Allah.'' Rasulullah SAW pun menjawab, ''Berzikirlah kalian (para wanita) sepanjang siang dan malam, tahanlah pandangan dan kecilkan suara.''

Wanita pemberani itu lalu bertanya, ''Wahai Rasulullah, saya seorang penghias, selalu menghiasi para istri untuk suami mereka. Apakah itu adalah perbuatan dosa , sehingga saya harus menghentikannya?'' Nabi Muhammad SAW menjawab, ''Wahai Ummu Ri'lah, buatlah mereka bersolek dan hiasilah para perempuan juga jika belum mendapat jodoh.''

Keberanian seorang Ummu Ri'lah untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita agar memiliki  derajat amal yang sama dengan kamu pria yang berjihad di jalan Allah di hadapan Allah SWT sungguh terbilang fenomenal. Ia merasa peran wanita yang sebatas hanya di rumah kurang pas. Ummu Ri'lah menyayangkan tidak diikutsertakannya wanita dalam perang di jalan Allah SWT yang pahalanya begitu besar.

Dengan diplomatis, ia pun lantas bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang peran apa yang harus dilakukan perempuan agar memiliki kedudukan yang sama dengan kaum Adam  di  hadapan sang Khalik. Muhammad Ibrahim Salim dalam bukunya Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW, menuturkan, upaya Ummu Ri'lah itu mampu menjelaskan ajaran Islam yang menempatkan wanita sesuai kodratnya.

''Islam menempatkan kedudukan Muslimah yang senantiasa berzikir sepanjang hari, menahan pandangannya (dari hal-hal yang diharamkan) dan merendahkan suaranya, dengan kaum lelaki yang berperang di jalan Allah SWT,'' papar Ibrahim Salim mengutip hadis Rasulullah SAW.

Ummu Ri'lah sempat menghilang selama hidup Rasullah SAW dan baru terlihat kembali ke madinah setelah Nabi SAW wafat, pada masa munculnya orang-orang murtad. ''Dia merasakan kesedihan yang teramat dalam atas wafatnya Nabi Muhammad SAW,'' tutur Ibrahim Salim. 

Ummu Ri'lah lalu membawa Hasan dan Husein  cucu Rasulullah SAW  mengelilingi lorong-lorong kota Madinah sembari menangi dan melantunkan sebuah syair: ''Wahai rumah Fatimah yang halamannya selalu damai. Sekarang rumah tersebut membangkitkan kesedihanku  setelah sekian lama  saya hidup di rumah tersebut.''  Sejak itu, rumah-rumah di setiap sudut kota Madinah larut dalam tangis dan duka.

Menurut Ibrahim Salim, Ummu Ri'lah bukan hanya seorang Muslimah yang pemberani, lebih dari itu ia juga seorang figur yang memiliki loyalitas tinggi terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW. Keberaniannya untuk bertanya kepada Rasulullah tentang hak perempuan untuk mendapat kemuliaan yang sama dengan kaum pria yang berjihad di jalan Allah merupakan bukti kecerdasan dan kemuliaan Ummu Ri'lah.

''Tipe Muslimah seperti ini hendaknya diteladani oleh kaumnya,'' papar Ibrahim Salim. Setiap kisah perempuan-perempuan mulia di sekitar Rasulullah SAW memberikan sebuah pelajaran berharga bagi para Muslimah di era modern ini. Yang dituntut Ummu Ri'lah bukanlah kesetaraan untuk sama dengan kaum pria secara kodrat, tetapi kesetaraan untuk beribadah dan meraih pahala dan kemuliaan di hadapan Allah SWT. heri ruslan

http://koran.republika.co.id/koran/52/102813/Kisah_Muslimah_Pemberani

 

Akhwat Genit

fakhrini

Akhwat Genit, Apaan Tuh?

Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564).

Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.

Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.

Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.

Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar'inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar'i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.

Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.

Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, . . .

Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar'i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar'i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari'at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal'iyyadzubillah!.

Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar'i.

Akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.

Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at.

Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu," (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.

Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.

Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.

Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya." (QS. An-Nur : 24).

Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.

Ciri-ciri akhwat genit:

1.    Berpakaian yang mengundang pandangan

Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.

2.    Senang dilihat

Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.

3.    Kata-kata mesra yang Islami

Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..

4.    SMS tidak penting

Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.

5.    Banyak bercanda

Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.

6.    Tidak khawatir berikhtilat

Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.

7.    Berbicara dengan nada

Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." (QS. Al Ahzab: 32).

Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.

Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari'at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).

   

Balada Do'a Seorang Ustadz

Maulana Hadi

Setelah bertahun - tahun meninggalkan desanya.....untuk menimba ilmu di berbagai pesantren dan berguru kepada banyak kyai.....pemuda kampung ini akhirnya kembali ke desanya.....masyarakat yang sangat menjunjung tradisi di kampungnya sangat berharap kepadanya.....untuk bisa mengamalkan ilmu yang diperolehnya hampir 20 tahun nyantri kepada warga kampung terutama anak - anak desa....

Slamet nama pemuda itu.....dia memulai mengumpulkan anak - anak di desanya untuk diajari membaca Al Qur'an dan ilmu agama islam.....dan juga mengisi pengajian - pengajian di surau - surau yang tersebar di seluruh desanya....Slamet bak orang suci yang sangat dikagumi oleh seluruh penduduk desanya.....tak ayal gelar Ustadz Slamet disandangnya.....kemana - mana Ustadz Slamet dihormati....disanjung oleh bapak - bapak, ibu - ibu dan juga oleh anak - anak.....
Orang - orang desanya mulai banyak yang datang meminta tolong kepadanya.....ketika hujan tidak kunjung datang maka orang sekampungnya mendesaknya untuk berdoa diberbagai kesempatan agar Allah segera menurunkan hujan.....Jika ada warga yang sakit maka buru - buru orang mengetok rumah Ustadz Slamet walau di malam hari untuk didoakan pak ustadz ini.....dan doa Ustadz Slamet makbul.....seringkali apa yang dimintakan doa kepada Allah.....tidak lama kemudian situasi berubah sesuai dengan apa yang diinginkan warga yang meminta tolong kepadanya.....

Ustadz Slamet awalnya tak begitu yakin dengan doanya sendiri.....tetapi karena rasa hormat kepada warga desanya maka diapun berdoa sebisanya.....dan akhirnya setiap hari berbondong - bondong warga kampung mendatangi rumahnya untuk meminta tolong atas keluhannya masing - masing yang sangat beragam.....dan anehnya setiap kali berdoa maka hajat warga yang meminta tolong kepadanya segera terpenuhi.....
Ketika setiap hari banyak orang desa yang mengantri di depan rumahnya.....ustadz Slamet mulai berfikir bahwa apa yang dilakukannya sudah tidak benar.....dia ingin menyudahinya.....tidak mau mendoakan warga yang datang dan meminta tolong untuk didoakan agar hajatnya terpenuhi.....dia berusaha untuk menolak setiap permintaan warga dengan menjelaskan bahwa dirinya hanya seorang guru ngaji.....dan sedikit ilmu fiqih, hadits dan tafsir......kalau sakit sebaiknya pergi ke puskesmas untuk diobati sama pak dokter atau bu bidan sanggahnya.....
Warga desa tak membeli penjelasannya.....sehingga

ketika seorang nenek tua sedang sakit datang dibawa kepadanya....Ustadz Slamet bersikukuh tidak mau mengobatinya.....dan malamnya nenek tersebut dikabarkan meninggal dunia.....Ustadz Slamet dalam kegamangan hatinya.....dia menyesalkan penolakannya untuk mendoakan nenek tersebut.....meski sisi yang lain dari hatinya membenarkan penolakannya.....Sejak itu dia bertekat untuk melayani doa apapun dari warga desa.....
Namun sejak saat itu tak satupun warga yang datang menemuinya.....Ustadz Slamet pun merasa senang sehingga dia bisa berkonsentrasi untuk mengajar ngaji anak - anak serta memberikan pengajian - pengajian saja.....
Suatu hari sebagian besar santri - santrinya tak tampak di surau dimana dia mengajar mengaji.....dari santri yang datang Ustadz Slamet mendapatkan berita bahwa ada jembatan yang menghubungkan rumah santri - santri ke surau ini yang putus karena diterjang air sungai yang meluap sehingga anak - anak tidak bisa pergi ngaji sore itu.....
Dengan beberapa santri akhirnya Ustadz Slamet mengajarkan kisah heroik Nabi Musa yang dikejar oleh Raja Firaun dan pengikutnya.....sehingga doa Nabi Musa pun mustajabah dikabulkan oleh Allah.....Nabi Musa dengan tongkatnya membelah laut menjadi jalan yang lempang untuk dilalui bersama pengikutnya.....Anak - anak sangat terkesima dengan pelajaran hari itu......Seusai pelajaran anak - anak mengajak ustadz Slamet untuk menjenguk salah satu orang tua santri yang sakit.....dan anak - anak sangat mendesaknya.....akhirnya berangkatlah dia bersama - sama santri - santrinya.....
Ternyata ditengah perjalanan mereka harus melewati sebuah sungai.....dan kebetulan jembatan kayu yang ada pun putus terbawa derasnya arus air sungai.....Di tengah - tengah situasi sulit itu..... Ustadz Slamet melihat pemandangan santri - santrinya yang sangat khusyu' dan khudu' berdoa.....kemudian seluruh santrinya bisa berjalan di atas air menyeberangi sungai dengan penuh riang.....Ayo pak ustadz....ayo berdoa dulu seperti saat Nabi Musa berdoa sebelum membelah lautan.....seru santri - santrinya.....
Ustadz Slamet pun akhirnya berdoa seperti yang diajarkan kepada santri - santrinya.....setelah berdoa dia melangkahkan kakinya menginjak air sungai yang mengalir deras.....daaaaaaaan.....byuuuuuuuuur......Ustadz Slamet tercebur dan terseret arus aliran sungai dan hampir tenggelam.....sambil berjuang menarik dirinya ke tepi sungai dia berteriak lantang......KALIAN SAJA ANAK - ANAK YANG PERGI.....KALIAN LEBIH SUCI.....DO'A - DO'A KALIAN LEBIH MUDAH MENEMBUS LANGIT.....he...he...he....slameeeeet.....slameeeet.....
Ketika sudah berhasil naik di pinggiran sungai sambil nafasnya terengah - engah.....Ustadz Slamet bergumam......SLAMET AKU ISOK NGELANGI.....( untung saya bisa berenang ).....oooaalaaa met.....slamet....mungkin itu sebabnya orangtuamu ngasi nama kamu.....SLAMET.....

note: "he..he...he....ada hikmah besar dalam cerita itu....terkait musjabahnya doa yang sangat berbanding lurus dengan kesucian hati....sehingga pintu2 langit terbuka.....mudah2an menjadi pelajaran...." (buat rihlah ja ni artikel dari Ustadz Taat Budi Utomo On Facebook) afwan ustadz ta' copy artikelna Smile

   

Al Qur'an adalah Asy-Syifa

fakhrini

Buat Renungan
1.Kita bertanya jika mendapat musibah,"Kenapa Aku di Uji?" dan Alquran menjawab:
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"kami telah beriman sedangkan mereka tidak di uji?" Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang2 sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang2 yang dusta.(AL Ankabut : 2-3)

2.Kita bertanya,"Kenapa aku tidak dapat yang aku idam2kan?" dan AlQuran menjawab:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amatlah baik bagimu dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amatlah baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu Allah mengetahu sedang kamu tidak mengetahui."(Al Baqarah : 216)

3.Kita bertanya,"Kenapa ujian seberat ini?" dan AL Quran menjawab:
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kemampuannya."(AL Baqarah : 286)

4.Kita bertanya,"Kenapa rasa kecewa menghinggapi hatiku?" dan Al Quran menjawab:
"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati padahal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang2 yang beriman."(AL Imran : 139)

5.Kita bertanya,"Bagaimana kita harus menghadapinya?" dan Al Quran menjawab:
"Wahai orang2 yang beriman bersabarlah kamu(menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara perkara kebaikan)dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih dari pada kesabaran musuh di medan perjuangan)dan bersedialah(dengan kekuatan pertahanan di daerah2 sempadan)serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan)"

6.Kita bertanya,"Bagaimana harus aku menghadapinya?" dan Al Quran menjawab:
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang2 yang khusyu."(Al Baqarah : 45)

7.Kita bertanya,"Apa yang aku dapat daripada semua ini?" dan Al Quran menjawab:
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mukmin,diri,harta,mereka dengan memberikan syurga untuk mereka."(At Taubah : 111)

8.Kita bertanya,"Kepada siapa aku berharap?" dan Al Quran menjawab:
"Cukuplah Allah bagiku,Tidak ada Tuhan selain dari-NyA hanya kepada-NyA aku berserah diri."(AT Taubah : 129)

9.Kita berkata,"Aku udah tak tahan lagi!" dan Alqurran menjawab:
" ...Dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah,sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."

   

Informasi ADK

Info Selengkapnya tentang PARIS 2010

Akan segera release awal 2010
Jaket Al-Futuwah
Pesan segera di Sekret ROHIS!
Hub.: Fidri

Video Share Terkini Al-Futuwah

0:05:37
Added: 2010-01-01
From: rini
Views: 108
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5
0:02:33
Added: 2010-01-01
From: rini
Views: 68
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5
0:01:27
Added: 2009-11-26
From: Ayasha
Views: 219
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5

Advertisement

IdeBagus - Web Design dan hosting untuk website Indonesia