Mutiara Kata
Allah telah memberikan kesempatan kita hidup, dengan kata lain kita telah diberikan sebentang waktu untuk merasakan segala kenikmatan hidup. Namun sering kita menyia-nyiakan waktu yang telah di anugrahkan oleh Allah kepada kita. Tidakkah kita takut saat Allah meminta pertanggung jawaban kepada kita? Waktu adalah barang paling berharga untuk kau jaga. Menurutku, ia adalah barang yang mudah hilang darimu. "... Dan sembahan-sembahan yang kamu seru, selain Allah, tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu; kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu; dan pada hari Kiamat mereka mengingkari kemusyrikanmu, dan tiada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui." (Fathir: 13-14) "Sesungguhnya amal-amal itu terkait dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu mendapatkan keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka akan mendapatkannya, atau karena wanita maka ia akan menikahinnya. Maka hijrah itu sesuai dengan niatnya" (Muttafaqun ‘alaihi). Janganlah lalai untuk mengingat kematian, karena kematian tidak pernah lalai menyongsong kita, karena waktu tidak pernah lalai bergerak dan tidak pernah kembali. Kematian adalah batas waktu yang kita miliki di dunia ini. Penyesalan akan percuma karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Kader adalah rahasia kehidupan dan kebangkitan. Sejarah umat adalah sejarah para kader militan yang memiliki kekuatan jiwa dan kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat ksatria (Al-Futuwah)... -Risalah Hal Nahnu Qaumun Amaliyun- "Patutkah mereka berbuat syirik (dengan menyembah selain Allah) yang tak dapat menciptakan apa-apa? Padahal selain Allah itu adalah ciptaan(Nya). Dan sembahan-sembahan selain Allah itu tidak mampu memberi pertolongan kepada orang-orang musyrik, dan kepada dirinya sendiri pun sembahan-sembahan itu tidak dapat memberi pertolongan." (Al-A'raf: 191-192) "Barangsiapa melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman" (HR Muslim).

LDK Al-Futuwah STT-PLN | Artikel

Tentang Lembaga Dakwah Kampus Al-Futuwah STT-PLN

imer

Melihat keadaan umat yang mengalami penurunan moral yang cukup mengiris hati nurani dan banyak terlepasnya generasi muda dari nilai-nilai keislaman, maka pada hari rabu, 11 September 1998 didirikanlah sebuah wadah atau organisasi yang menampung aspirasi mahasiswa yang peduli terhadap islam dan bercita-cita meraih ridha Allah. Organisasi yang diusung sebagai lembaga Rohani Islam ini bernama Al-Futuwah atau secara bahasa berarti ksatria. Bentuk organisasi ini adalah UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa.

Sebagai lembaga yang telah resmi dikampus kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Al-Futuwah tidak hanya sebatas bidang kerohanian tapi juga mencakup aspek-aspek lain yang menyangkut dengan Fikriyah (akal) dan yang beraitan dengan jasadiyah (Fisik) walaupun di dalamnya tidak melepaskan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi dasar wajib setiap kegiatan Al-Futuwah. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan Rohis yang selama ini telah berjalan seperti Studi Wisata Islam (SWIS), Lomba Futsal, Nasyid, dan tutorial-tutorial dalam hal pelajaran. Adapun program unggulan yang selama ini dijalani antara lain Prokasuh(mentoring) dan SWIS yang menjadi follow-up dari prokasuh.

Untuk Struktur, telah terdapat struktur yang jelas dan mempunyai AD/ART yang baik. Hingga untuk menjalankan suatu kepengurusan telah memiliki dasar yang cukup walau jelas belum mencapai suatu kesempurnaan karena tiada suatu apapun yang sempurna. Namun dari sinilah yang membuat generasi disetiap tahunnya selalu tergugah untuk melakukan perbaikan-perbaikan untuk mencapai perbaikan yang mendekati kesempurnaan.

Sebagai basecamp, Al-Futuwah memiliki markas/sekretariat di lantai 2 gedung STT PLN. Disinilah para ksatria dakwah kampus menempa diri dengan ukhuwah yang berasaskan persaudaraan. Sekretariat ini terbuka untuk umum dan memang diperuntukkan untuk umat, hal ini terlihat dengan adanya perpustakaan Rohis yang diperuntukkan untuk umum dan Muslim Corner yang menyediakan makanan untuk umat(tapi untuk yang terakhir ini bayar lho!!!).

Daftar ketua UKM Rohis Al-Futuwah dari waktu ke waktu:

• Periode 1998-1999 : Wisnu Haryanto (D3 Elektro)

• Periode 1999-2000 : Maman Sulaeman (S1 Elektro)

• Periode 2000-2003 : Fujiono Edy Hardjo(S1 Informatika)

• Periode 2003-2005 : Riky Mulyawan (S1 Elektro)

• Periode 2005-2006 : Firdaus Zein (S1 Elektro)

• Periode 2006-2007 : Arpin Rahman Nurdiansyah (S1 Informatika)

• Periode 2007-2008 : Dadan Nurjaman (S1 Informatika)

• Periode 2008-sekarang : Egwin Gilang Aryadi (Ega) (S1 Elektro)

Rohis Al-Futuwah, Berderap di Jalan yang Panjang...

 

Kisah Perjalanan Hidup : Ketika Wanita yang Kucintai, Pergi Meninggalkanku...

Maulana Hadi

Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku

   

Dari Mata, Turun Ke Hati...

Maulana Hadi

Al-Futuwah.org- Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.

   

Kucing Kecil yang Penuh Makna....

Maulana Hadi
Al-Futuwah.org - Sepasang suami istri, ikhwan dan akhwat, berjalan kaki bersama sambil tertawa dan bercanda ria. Dari kejauhan, mereka melihat ada dua ekor kucing tengah berjalan beriringan. Ibu kucing dan anaknya yang masih kecil.
   

Kebaikan Si Fasik...

Maulana Hadi
Al-Futuwah.org - Ada seorang pria dari Kota Basrah, yang dikenal sebagai orang fasik, meninggal dunia. Tak ada seorang pun yang mau mengurus jenazahnya. Istrinya lalu membayar dua orang untuk memikul jenazahnya ke masjid untuk dishalati. Namun, tak seorang pun mau menshalati.
   

Page 1 of 2

Informasi ADK

Info Selengkapnya tentang PARIS 2010

Akan segera release awal 2010
Jaket Al-Futuwah
Pesan segera di Sekret ROHIS!
Hub.: Fidri

Video Share Terkini Al-Futuwah

0:05:37
Added: 2010-01-01
From: rini
Views: 108
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5
0:02:33
Added: 2010-01-01
From: rini
Views: 68
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5
0:01:27
Added: 2009-11-26
From: Ayasha
Views: 217
Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5Rated 0 of 5

Advertisement

IdeBagus - Web Design dan hosting untuk website Indonesia