Kata Bijak Hari ini

Ibnu Mas'ud RA : Rasul bersabda: " Orang yang tidur dari malam sampai pagi tanpa bangun malam untuk shalat, telinganya dikencingi setan. " ( HR. Bukhari / Muslim )



Ali RA : Rasul bersabda : " Beramallah kamu sekalian, karena dengan amal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu "



Sabda Rasul : " Andai seorang mempunyai satu bukit emas, niscaya ia ingin punya 2 bukit emas, sampai ia menghadapNya. "



" Try to be more than number one ! "



Al-Quran : "Dengan mengingat ALLAH, hati menjadi tenang."



"Eh sobat, jangan terlalu lama mikir yang bikin kamu ragu and bimbang, tapi yakinlah terus berbuat baik, jangan sampai hidup ini berlalu dengan kekosongan."



"Jika Anda tidak dapat menjelaskan sesuatu hal secara sederhana, itu artinya Anda belum cukup paham." Albert Einstein



"Perhatikanlah bahwa kualitas tindakan Anda menentukan kualitas dari hasil yang Anda capai. Hidup ini terjadi dalam alam tindakan, dan bukan dalam rencana. Sebagian besar dari kita telah cukup bermimpi, bercita-cita, dan telah cukup berencana. Yang kurang adalah tindakan nyata." -- Mario Teguh [ Motivator ]



Abu Hurairah RA, Sabda Rasul : "3 kelompok yang hari kiamat tidak dipandang oleh ALLAH : orang tua berzina, penguasa yang berdusta, Orang miskin sombong" (HR.Muslim)



Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. (QS Asy Syu’ara 26:83)



Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. (QS Asy Syu’ara 26:83)



Shaf yang paling baik bagi laki-laki ialah shaf pertama, dan yang paling buruk ialah shaf terakhir. Sedangkan shaf yang paling baik bagi perempuan ialah shaf yang terakhir dan yang paling buruk ialah shaf yang pertama. (HR.Muslim)



"Persahabatan adalah sesuatu yang paling susah dijelaskan di dunia. Ini bukanlah sesuatu yang bisa kamu pelajari di sekolah. Tapi jika kamu tidak belajar arti persahabatan, kamu sesungguhnya tidak belajar apa pun." Muhammad Ali, petinju legendaris dari Amerika Serikat



"Keadilan dan kekuasaan harus berjalan beriringan. Jadi apa pun yang adil mungkin akan berkuasa dan apa pun yang berkuasa mungkin akan adil." Blaise Pascal (1623-1662), filsuf, matematikawan, dan pakar fisika Prancis



Barangsiapa menuntut ilmu yang biasanya ditujukan untuk mencari keridhaan Allah, tiba-tiba ia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk mendapatkan harta benda keduniaan, maka ia tidak akan memperoleh bau harumnya sorga pada hari kiamat (Abu Dawud)



“Hai orang-orang beriman, jauhilah dari kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat:12)



Wahai Rab ku, jadikanlah aku orang yang pandai mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu-bapakku; dan jadikanlah aku orang yang beramal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang shalih (An-Naml: 19)



Wahai Rab ku, jadikanlah aku orang yang pandai mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada ibu-bapakku; dan jadikanlah aku orang yang beramal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang shalih (An-Naml: 19)



Tak Ada Alasan untuk Tidak Selalu Bersyukur 04/Jun/09 - 13:33
 
Syahdan, seorang saudagar tua keluar dari rumahnya yang megah bak istana. Tampak seorang anak muda duduk murung di depan rumahnya. Sebentar-sebentar menghela nafas panjang. Si saudagar menghampiri dan bertanya, “Anak muda, kenapa mukamu begitu murung, apakah kamu sedang ditimpa kemalangan?”

Sambil menggelengkan kepala, dia menjawab, “Aku orang miskin, nasibku jelek, tidak punya rumah, tidak punya pekerjaan, dan sering kelaparan. Bagaimana aku tidak murung?”

“Haha, seharusnya kamu gembira karena sebenarnya kamu kaya raya.”

“Tolong, Pak Tua, jangan permainkan aku. Aku tidak sedang bergaurau,” kata si pemuda dengan kesal.

“Baiklah, aku ingin bertanya.
Selengkapnya >>
Siapa yang Disebut Pemenang Sejati? 04/Jun/09 - 13:27
 
Dalam hidup ini, banyak sekali tolak ukur yang digunakan untuk menentukan seorang pemenang. Namun terkadang, definisi dari seorang pemenang itu tercipta hanya dari persepsi masyarakat, sehingga banyak orang yang disebut pemenang, namun jauh dari nilai-nilai seorang pemenang sejati. Contohnya adalah harta yang berlimpah, pendidikan yang tinggi, rumah mewah, peringkat 1 di kelas, IPK tinggi, dan lain sebagainya.

Siapa sajakah sebenarnya pemenang sejati itu? Sebelum menginjak ke kriterianya, sebenarnya Allah sendiri sudah meninggikan umat Islam sebagai pememang dibandingkan dengan umat yang lain.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. 3 : 110).

Allah sudah memberikan pernyataan seperti itu. Belum lagi ketika kita mengingat bahwa kita adalah pemenang yang terlahir melalui seleksi sel sperma yang mampu bertahan dan menembus ovum dari ratusan ribu atau jutaan sel sperma yang lain. Bukankah setiap kita sungguh luar biasa?
Selengkapnya >>
Hakikat Ilmu 03/Jun/09 - 16:37
 
   "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak pernah khusyu' (tenang), do'a yang tidak didengar, dan dari nafsu yang tidak pernah puas." Begitulah bunyi salah satu do'a yang diajarkan Rasulullah ketika kita hendak mencari ilmu. Namun ilmu yang bagaimanakah yang dimaksud Rasulullah tidak berguna itu?

Mu'adz bin Jabal, salah seorang sahabat, meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Pelajarilah ilmu, sebab mencari ilmu karena Allah adalah kebaikan, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya tasbih, mengkajinya adalah jihad, dan mengajarkannya adalah sedekah. Dengan ilmu, seorang hamba sampai pada kedudukan orang-orang baik dan tingkatan paling tinggi. Memikirkannya setara dengan berpuasa dan mengkajinya sama dengan menegakkan shalat. Dengannya Allah ditaati, disembah, diesakan, dan ditakuti. Dengannya pula tali silaturrahim diikatkan. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Dengannya, Allah mengangkat bangsa-bangsa, lalu Dia menjadikan mereka pemimpin, penghulu, dan pemberi petunjuk pada kebajikan, karena ilmu adalah kehidupan hati dari kebutaan, cahaya dari kedzaliman, dan kekuatan tubuh dari kelemahan."
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, "Aku bertanya pada Jibril, 'Apakah kepemimpinan itu?' Jibril menjawab, 'Akal.'."
Selengkapnya >>
Untuk Dakwah, Tak Ada Alasan Untuk Berkata: 'Afwan!! 25/May/09 - 13:41
 
Al-Futuwah.org - Afwan, satu kata yang seringkali terlontar dari lisan aktivis dakwah. Entah berapa banyak sudah kata 'afwan yang kita keluarkan. Salahkah? Tentu tidak. Karena 'afwan adalah kata yang digunakan sebagai awalan untuk mengungkap permohonan maaf atas suatu kesalahan, kelemahan, ketakberdayaan, atau kekurangan. Tapi bagaimana jika kata 'afwan disalahtempatkan? 'Afwan digunakan sebagai senjata ampuh untuk ngeles dari satu amanah ke amanah lain yang ('afwan) mungkin tak begitu penting (lagi-lagi fiqh prioritas). Rasanya kata afwan tidak pernah lepas dari ritual komunikasi kita. Sedikit-sedikit, 'afwan... Sebentar-sebentar, 'afwan... Kapan kita akan menjadi da'i yang profesional? ?

Ada lagi yang lebih suka berlindung di balik kelemahan, sehingga mudah baginya untuk mencari alasan untuk berkata 'afwan karena kelemahannya itu. Parahnya lagi, jika hal itu dilakukan oleh kader yang sudah matang. Mungkin benar kata seorang ustadz: kader, semakin bertambah usia tarbiyahnya, semakin pandai pula ia membuat alasan untuk berkata: 'afwan...


Selengkapnya >>
Pemimpin yang Adil Lahir dari Ketaatan Kepada Allah SWT 26/Apr/09 - 21:21
 

Al-Futuwah.org - Seperti biasanya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab menghabiskan sebagian malamnya untuk meronda, melihat kondisi umat yang dipimpinnya dari dekat. Tak terasa malam terus beranjak. Fajar pun mulai terkuak. Ketika melewati sebuah gang, tiba-tiba ayunan langkahnya tertahan. Dari bilik sebuah rumah kecil, ia mendengar seorang ibu sedang bercakap dengan putrinya.

Tidakkah kau campur susumu ? Hari sudah menjelang pagi,” kata ibu itu kepada anaknya. “Bagaimana mungkin aku  mencampurnya  Amirul Mukminin melarang perbuatan itu,” sahut si anak. “Orang-orang juga mencampurnya. Campurlah! Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” balas sang ibu. “Jika Umar tak melihatnya, Tuhannya Umar melihatnya. Aku tidak mau melakukan karena sudah dilarang,” Jawab si anak yang sungguh menyentuh hati Umar.

Setelah menyaksikan percakapan seorang ibu dengan anaknya tersebut, Umar bin Khattab bergegas pulang dan memanggil anaknya Asim untuk menikahi gadis tersebut dan disertai dengan ketaatan kepada ayahnya, maka Asim menyatakan kesediaannya. Saat itu Umar berharap seraya berkata "Semoga lahir dari keturunan gadis ini seorang pemimpin Islam yang hebat kelak yang akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam”.

Selengkapnya >>

««« ««  1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8  »» »»»

admin - Powered by MyNews 1.6.4



Al-Futuwah Gallery



Eramuslim NewsFlash




Ukhuwah Partnership



Re-designed & Coded by Kahlil -- [ Valid CSS & XHTML.Website template by Arcsin  ]