| Perisai Seorang Mukmin [20/Aug/08 - 22:28] |
|
| |
Al-Futuwah.org - Tak terasa putaran waktu terus berjalan, sehingga kita masih dapat menghirup udara, dan beraktifitas hingga dewasa ini. Ini adalah sebuah nikmat yang jikalau kita menghitungnya maka tidak akan pernah selesai karena begitu banyaknya nikmat yang dberikan walaupun tdk pernah memintanya. pun demikian dengan ahli hitung, jikalau mereka menghitung nikmat yang Allah berikan maka tidak akan sanggup mereka menghitungnya. saudaraku pernahkah kita berfikir untuk sejenak betapa sayangnya Allah kepada kita. Pernahkah kita meminta untuk dapat melihat…? Pernahkah kita meminta untuk mendengar..? pernahkah kita meminta untuk dapat berjalan…? Pernah kah….pernahkah..? walaupun demikian Allah tetap memberikan itu semua kepada kita…maka yang menjadi pertanyaannya adalah..apakah pantas kita berkata kalau Allah tidak adil, tidak perhatian bahkan tidak bijaksana…? Renungkanlah dan jawab pertanyaan itu menggunakan hati nurani. Perasaan seperti inilah yang senantiasa menjadikan kita lemah, menjadikan kita kufur nikmat..senantiasa kita suudzhon kepada Allah SWT. Oleh karena itu setiap kita harus mempunyai perisai. Perisai yang fungsinya untuk membentengi diri kita terhadap perasaan lemah sehingga kita terhindar dari jurang keingkaran atau kemaksiatan. Adapun perisai yang minimal harus dimiliki setiap muslim adalah: Selengkapnya >> |
| Taujihat Tarbawiyah Membina Dengan Cinta [15/Aug/08 - 20:28] |
|
| |
Al-Futuwah.org - Kalaulah kemenangan yang dicitakan Rosululloh SAW sebatas kemenangan politik semata maka beliau tak butuh waktu panjang, karena sejak awal beliau memiliki garis keturunan yang berpeluang untuk beroleh kekuasaan. Tak ada cerca, tak ada derita, tak harus berdarah-darah karena kedudukan beliau di tengah kaumnya memberi peluang besar bagi beliau untuk berkuasa. Beliau sadar betul apa arti berkuasa. Jika kendali kekuasaan adalah hawa nafsu dan kedurjanaan, maka kekuasaan seperti ini akan menenggelamkan nilai-nilai peradaban, melumat seluruh bangunan kehidupan. Mungkinkah kebahagiaan akan bisa diukir diatas puing kehancuran dan rusak binasanya nilai moral ? Beliau menaruh harapan besar dari kekuasaan, Beliau menginginkan perubahan besar, namun apa arti kekuasaan jika tidak ada perubahan. Beliau sadar diri bahwa beliau da'i sebelum politisi. Beliaupun sadar tantangan da'i jauh lebih besar dari politisi. Membangun cita-cita besar butuh dukungan personal, kecukupan dana dan fasilitas, tuntutan daya dukung semakin besar manakala cita-cita semakin besar. Berat terasa menegak cita, manakala topangan tak ada dalam genggaman. Andaikan daya dukung material segala-galanya maka tak ada harapan bagi kemenangan, kerja irasional orang bilang. Selengkapnya >> |
| Rahasia Waktu [05/Aug/08 - 20:51] |
|
| |
Al-Futuwah.org - “Allah bertanya, `Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.` Allah berfirman, `Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kalian benar-benar mengetahui.” [Al-Mu`minun: 112-114] Ulama Al-Maraghi memberi penjelasan yang amat lugas dalam tafsirnya. Menurutnya, pertanyaan Allah kepada para penghuni neraka itu merupakan celaan dan penghinaan. Maksudnya supaya jelas bagi mereka bahwa kehidupan dunia yang mereka kira panjang sesungguhnya sangat singkat. Apalagi jika dibandingkan dengan azab berkepanjangan yang tengah mereka `nikmati`. Ini akibat ketika di dunia, mereka lalai akan akhirat dan tidak mempergunakan waktu dan kehidupannya sesuai hakikatnya. Hasan Al-Bana pernah mengatakan, “Waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan.” Begitu pentingnya waktu, sampai Allah bersumpah dengan waktu. “Wal `ashr, demi masa,” kata Allah dalam surat al-Ashr. Betapa Allah juga mementingkan waktu melalui sumpahnya yang lain dengan menggunakan satuan waktu yang lebih beragam. Misalnya, walfajri, demi waktu fajar (al-Fajr:1), wadhdhuha, demi waktu dhuha (Adh-Dhuha:1), wallaili, demi waktu malam (asy-Syams:3), wannahari, demi waktu siang (asy-Syams: 4). Selengkapnya >> |
| Musyawarah Nasional Mentoring dan Puskomdays FSLDKN [26/Jul/08 - 22:42] |
|
| |
Seperti biasa akhir minggu di kota Bandung, begitu padat dengan pengunjung dari luar kota dan macet tentu jadi keniscayaannya. Namun tetap dingin kembali menatap hati hingga ketidaknyamanan itu sedikit lenyap, apalagi disini sedang berkumpul saudara-saudara satu perjuangan dari sabang-sampai merauke yang wajahnya selalu dalam keadaan cerah dan menentramkan. Ya, hari ini sedang berkumpul para pengurus LDK dari seluruh indonesia untuk mengikuti Musyawarah Nasional FSLDKN yang kali ini bertema “Musyawarah Nasional Mentoring dan Puskomdays FSLDKN”. Selengkapnya >> |
| Pekan Tarbiyah 2008 [20/Jul/08 - 17:37] |
|
| |
”Untukmu Para Kader Dakwah“ Jum’at - Ahad, 25-27 Juli 2008 GRJS Bulungan/Samping SMA 70, Jakarta Selatan Jum’at, 25 Juli 2008 Simposium hari ke-1: Peran Ustadz Rahmat Abdullah dalam Dakwah Tarbiyah SESI I : Pkl. 09.00-11.00 WIB “Kajian sejarah hidup Ust. Rahmat Abdullah” Pembicara : Ust. Mahfudz Abdurrahman KH. Abdul Rasyid AS * Moderator : Muhammad Yulius SESI II : Pkl. 13.30-15.30 WIB “Posisi Ust. Rahmat Abdullah diantara pelaku sejarah” Pembicara : Ust. Tizar Zein Ust. Abu Ridho, Lc KH. Abdul Hasib Hasan, Lc Moderator : Mabruri Konser Nasyid dan Lagu religi dan sosial Pkl. 19.00-22.00 WIB Parade lagu KPJ Nasyid : Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Ruhul Jadid & FATIH Lagu religi dari IKJ Sabtu, 26 Juli 2008 Simposium hari ke-2 : Mencari Spirit yang Hilang SESI I : Pkl. 09.00-12.00 WIB “Analisa visioner Ust. Rahmat Abdullah tentang kondisi Tarbiyah” Pembicara : Dr. Hidayat Nur Wahid, MA Ir. Untung Wahono, Msi Drs. Muzammil Yusuf Moderator : Sapto Waluyo SESI II : Pkl.13.00-15. 00 WIB “Aktualisasi nilai-nilai Tarbiyah dahulu dan hari ini” Pembicara : Dr. Idris Abdusshomad Ir. Tifatul Sembiring Moderator : Mustafa Kamal Pembacaan Puisi & Teater Pkl. 19.00-22.00 WIB Pembacaan Puisi Oleh : DR. Hidayat Nur Wahid, MA (Ketua MPR RI) Ir. Tiffatul Sembiring (Ketua Umum PKS) Dr. Adyaksa Dault (Menteri Negara Pemuda & Olahraga RI) Ir. Anton Apriantono (Menteri Pertanian RI) Yusuf Asy’ari (Menteri Perumahan Rakyat RI) Yuslam Fauzi (Dirut BSM) Taufik Ismail (Budayawan) Chaerul Umam (Sutradara) Ratih Sanggarwati (Artis) Neno Warisman (Artis) Anneke Putri (Artis) Penampilan teater : Teater Kanvas Ahad, 27 Juli 2008 Simposium hari ke-3 : Muslimah Menjawab Tantangan SESI I : Pkl. 09.00-12.00 WIB “Peran Ust. Rahmat Abdullah sebagai guru para akhwat” Pembicara : Ustdz. Yoyoh Yusroh Ustdz. Aan Rohanah Moderator : Dwi Septiawati SESI II : Pkl. 13.00-15.00 WIB “Peran Muslimah dalam mendukung dakwah” Pembicara : Ustdz. Wiryaningsih Ustdz. Ledia Hanifa Moderator : Zirly Fera Jamil Jumpa Pemeran dan Sutradara Film Sang Murabbi Pkl. 15.30-16.00 WIB Zul Ardhia Irwan Renaldi Astri Ivo Neno Warisman David Chalik Ati Cancer Beny Ruswandi Muhammad Yulius Premiere Film Sang Murabbi ” Mencari Spirit yang Hilang “ (Gelombang 1 : Untuk UMUM ) Pkl. 16.00-17.30 WIB Premiere Film Sang Murabbi ” Mencari Spirit yang Hilang “ (Gelombang 2 : Khusus UNDANGAN ) Pkl. 19.00-21.00 WIB NIKMATI JUGA : Pameran Foto tentang kehidupan Ust. Rahmat Abdullah, Bazaar, Pelayanan Kesehatan Gratis, Info Pendidikan, dll.. Informasi Bazar : Pak Sapri 08568913424 ———— ——— ——— Gratiss!!! ———— ——— ——— Penyelenggara : Majelis Budaya Rakyat (MBR) Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Didukung oleh : PKPU, Bulan Sabit Merah Indonesia, Rumah Zakat, Jaringan Sekolah Islam Terpadu, Sekolah Rakyat, KAMMI, PGSI |
|